Tuesday, October 16, 2018



Kipas Processor Mati
Kelebihan dari komputer desktop adalah mudahnya dalam melakukan penambahan atau penggantian hardware yang dapat dilakukan sendiri. Hal ini dikarenakan mudahnya dalam membuka casing cpu dibandingkan membuka casing laptop. Dengan demikian pengguna komputer desktop dapat belajar dan mengetahui isi di dalam sebuah cpu.

Judul artikel ini adalah salah satu yang mungkin pernah dialami oleh pengguna desktop.

Mengapa Layar komputer dan Kipas Processor Mati ?

Pada kondisi ini, bagaimana langkah yang perlu dilakukan :
1. Cabut kabel Hardisk
Tujuan langkah ini adalah agar tidak rusaknya file system maupun data.

2. Untuk melakukan cek kipas processor, anda dapat mencoba memutar kipas tersebut secara manual dan perlahan. Apakah dirasakan berat atau tidak ? Jika berat, kemungkinan kipas banyak berdebu sehingga menghambat putaran kipas. Lepas dan bersihkan, lalu pasang kembali. Jika putaran lemah, sebaiknya ganti dengan yang baru.

3. Lepas RAM
Setelah anda melepas RAM, coba bersihkan bagian socket (tempat menempelnya RAM tersebut) dengan menggunakan sikat gigi. Dan bersihkan bagian RAM dengan penghapus. Pada kondisi RAM ini, sebenarnya bisa ditandai dengan adanya suara yang terdengar dari speaker kecil yang terpasang di mainboard.

4. Cek Elco yang terdekat dengan Processor.
Anda dapat melihat bagian di motherboard yang berbentuk silinder dimana posisinya berdekatan dengan processor atau bagian lainnya. Jika bagian atas elco pecah / terbuka, kemungkinan itu salah satu indikator penyebabnya. Ganti elco yang bermasalah.

5. Cek Chipset Bios
Chipset ini berbentuk kotak atau persegi yang dinamakan IC.
Sentuh bagian IC ini, apakah panas atau tidak. Jika panas, berarti perlu dilakukan penggantian chipset.

Untuk masalah chipset ini sebaiknya anda menyerahkannya kepada teknisi / tempat service yang memiliki jasa cloning chipset bios. Karena tidak semua teknisi dapat melakukan hal ini.

Dari kelima langkah diatas biasanya langkah pertama sampai dengan ketiga, CPU dapat menyala kembali.


Silahkan berkomentar dengan sopan, terkait artikel yang sedang anda baca. Akan sangat saya hargai jika tidak meninggalkan link. Terima kasih atas kunjungannya.