Saturday, January 19, 2019

Masalah yang sering terjadi pada Motherboard Komputer

Komputer merupakan suatu perangkat yang banyak digunakan menunjang suatu pekerjaan mulai dari mahasiswa / pelajar, karyawan, maupun pekerja bebas. Dengan perkembangan program yang dikeluarkan oleh beberapa vendor software, semakin tinggi juga spesifikasi minimal hardware pada suatu komputer. Mulai dari processor, ram, vga maupun free space harddisk.

Standard kinerja komputer akan bertahan selama kurang lebih lima tahun dengan kondisi komputer digunakan tiap hari. Hal ini terjadi pada komputer yang terpasang pada sebuah perkantoran. Oleh karena itu, pada suatu perusahaan memberlakukan umur ekonomis. Sehingga dalam kurun waktu tertentu nilai buku asset tersebut habis. Dan perusahaan akan mengganti dengan perangkat yang baru

Berbeda kondisinya bagi mahasiswa / pelajar maupun pekerja bebas. Komputer tidak dipergunakan setiap hari, namun rata-rata beban penggunaannya lebih berat dibandingkan perangkat komputer yang digunakan oleh perusahaan. Karena disamping untuk mengerjakan untuk tugas, komputer juga digunakan untuk multimedia, online dan bermain game. Kegiatan inilah yang kadang tidak mengenal batas waktu saat anda mengoperasikannya.
Hal inilah yang tanpa disadari dapat menurunkan kinerja komputer bahkan dapat menyebabkan komputer menjadi hang, crash atau bahkan bermasalah pada motherboard.

Masalah Motherboard komputer yang sering terjadi :


1. Tidak bisa menyimpan setting BIOS.
Hal ini disebabkan lemahnya baterai CMOS atau ada kesalahan setting jumper.

2. Display / Tampilan gambar layar monitor berubah menjadi 256 color.
Kondisi ini disebabkan ada dua faktor dimana jika vga anda onboard maka anda harus menambahkan vga card pada motherboard anda. Tetapi jika anda menggunakan laptop, saran saya adalah anda perlu mengganti motherboard tersebut. Karena vga merupakan bagian yang cukup vital. Karena pada umumnya program windows tidak akan berjalan jika resolusi vga hanya 256 color.

3. Komputer tidak bisa menyala
Ada dua hal penyebab kondisi ini, yaitu power supply dan BIOS.

Power supply yang lemah tidak akan memberikan supply power yang cukup pada motherboard. Sehingga komputer tidak dapat hidup.

Indikator masalah BIOS yang terjadi :
a. Indikator power menyala namun layar monitor tidak hidup.
b. Saat menyalakan komputer layar terhenti pada logo BIOS
c. Bagian IC BIOS panas saat anda menghidupkan komputer dalam kurun waktu tidak lebih dari 3 menit.

Semoga bermanfaat, dan dapatkan artikel lainnya dari label yang ada.



Silahkan berkomentar dengan sopan, terkait artikel yang sedang anda baca. Akan sangat saya hargai jika tidak meninggalkan link. Terima kasih atas kunjungannya.