Sunday, October 20, 2019


Setiap upah yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pekerja biasanya didasarkan pada Upah harian atau Upah per Jam. Kedua dasar tersebut akan dikalikan dengan nilai upah. Setiap pembayaran tersebut mengacu pada kesepakatan kerja antara pekerja dan pemberi kerja. Kita asumsikan pekerja masuk pada pukul 8:00 hingga 16:00 maka akan dihitung 7 jam kerja efektif. Sedangkan selisih 1 jam tidak diperhitungkan karena sebagai jam istirahat.

Pada artikel ini, saya coba untuk menghitung selisih jam dengan menggunakan Microsoft Excel.

Menghitung selisih jam pada Microsoft Excel dengan Menggunakan 2 cara :

1. Perhitungan dengan Mengalikan waktu dengan jumlah jam (nilai 24).
Nilai 24 ini dianggap sebagai total jam dalam satu hari. Pada perhitungan waktu / Jam dapat dihitung dengan syarat hasil yang akan dicari dalam bentuk format number.

Berikut Asumsi yang dapat dilihat pada tabel :

a. Pada kolom C dan D menggunakan format waktu 24 jam. Untuk merubah menjadi format 24 jam anda dapat masuk ke Format Cells dan Pilih Time.
b. Pada kolom E menggunakan format number.
Format number ini digunakan bilamana sekali waktu akan diperhitungan dengan dasar upah yang sebagai perhitungannya. Karena syarat dalam perhitungan excel, angka yang akan dihitung harus dalam format angka.

Perhatikan tabel yang diberi warna biru : pada pada Cell C3 dan D3 harus dikalikan 24 agar menghasilkan dalam bentuk Angka seperti C6 dan D6. Jadi baris C6 sampai dengan D7 adalah sebagai asumsi jika jam tersebut diasumsikan sebagai value atau number.
Karena pada jam kerja dalam satu hari terdapat jam istirahat sebanyak 1 jam, maka perlu adanya batasan atau kategori dengan menggunakan Fungsi IF seperti yang terlihat pada gambar yang diberi warna kuning.

Jika diterjemahkan dapat diartikan bahwa :
a. Untuk cell F3 pada rumus (E3*24)Rumus Selisih Jam telah benar, maka dapat dilanjutkan dengan mengalikan upah baik upah/hari atau upah/jam untuk menghasilkan total upah yang diterima. Pada kolom Upah / hari diasumsikan upah 1 bulan adalah 2 juta rupiah dengan efektif kerja selama 25 hari kerja. Sehingga untuk menentukan upah per hari adalah membagi Upah sebulan dengan 25 hari kerja sehingga diperoleh 80 ribu rupiah. Sedangkan untuk upah per jam adalah dengan membagi upah / hari dengan 7 jam diperoleh 11.429 rupiah.
Untuk menghasilkan Upah yang diterima oleh pekerja dapat menggunakan rumus "=IF(F3=7;G3;IF(F3>7;(G3/7)*F3;H3*F3))".

2. Perhitungan dengan menggunakan rumus HOUR dan MINUTE.
Pada rumus HOUR dan MINUTE lebih simpel dalam penggunaannya untuk menentukan selisih Jam dan Menit. Karena kita cukup mengurangi waktu sesudah dengan waktu sebelumnya. Untuk penerapannya dapat dilihat pada tabel berikut :


Pada tabel tersebut, waktu masuk menunjukan pukul 8:00 dan pulang pukul 15:00. Dengan kondisi tersebut bila kita ingin menentukan selisih waktu secara lengkap maka rumus yang dapat digunakan adalah :
"=HOUR(D17-C17)&":"&MINUTE(D17-C17)"
Pada rumus diatas terdapat simbol ampersan dan simbol (&":"&), dimana fungsi simbol tersebut untuk menggabungkan kedua rumus hour dan minute menjadi satu. Karena jika kita hanya menggunakan rumus Hour saja maka nilai menit tidak akan terhitung.

Setelah kita mengetahui dari kedua rumus untuk menentukan selisih waktu (jam), terdapat kesalahan bila digunakan untuk menghitung upah yang akan diterima oleh pekerja. Hal ini disebabkan Selisih waktu yang dihasilkan masih dalam format jam.
Dengan demikian anda perlu memperhatikan bagaimana penerapan Rumus selisih Waktu yang dapat anda gunakan.

Baca Juga


Silahkan berkomentar dengan sopan, terkait artikel yang sedang anda baca. Akan sangat saya hargai jika tidak meninggalkan link. Terima kasih atas kunjungannya.